27 September 2026

Bed Rotting: Self-Care atau Tanda Kamu Tidak Baik-Baik Saja?

Seharian di kasur, dikelilingi camilan, laptop, dan HP, tanpa rencana keluar kamar. Di TikTok, kebiasaan ini punya nama: bed rotting. Sebagian orang menyebutnya bentuk self-care, sebagian lain melihatnya sebagai tanda ada yang tidak beres. Jadi, mana yang benar?

Bed rotting itu apa?

Bed rotting adalah istilah populer untuk menghabiskan waktu yang lama di tempat tidur secara sengaja, bukan untuk tidur, tapi untuk rebahan, menonton, atau scroll. Tren ini menyebar karena banyak orang merasa terlalu lelah dengan tuntutan produktivitas dan butuh "izin" untuk tidak melakukan apa-apa.

Istirahat memang penting. Tapi dalam psikologi, yang menentukan sehat atau tidaknya bukan aktivitasnya, melainkan fungsinya: apakah kamu rebahan untuk memulihkan tenaga, atau untuk menghindari sesuatu?

Kapan bed rotting jadi self-care

  • Dilakukan sesekali dan dipilih dengan sadar. Kamu memutuskan hari ini untuk istirahat, bukan terjebak di kasur.
  • Setelah periode yang benar-benar melelahkan. Misalnya setelah minggu yang padat atau baru pulih dari sakit.
  • Kamu merasa lebih segar sesudahnya. Besoknya kamu siap kembali beraktivitas.

Kapan bed rotting jadi tanda peringatan

  • Terjadi hampir setiap hari dan terasa sulit dihentikan.
  • Kamu tetap lelah atau makin hampa meski sudah istirahat lama.
  • Dipakai untuk menghindari hal yang membuatmu cemas, seperti pekerjaan, pesan, atau orang lain.
  • Hal yang dulu kamu sukai tidak lagi menarik.

Dalam terapi kognitif perilaku, ada pola yang dikenal: saat mood turun, kita cenderung menarik diri dari aktivitas, dan menarik diri membuat mood makin turun. Pendekatan behavioral activation memutus lingkaran ini dengan sengaja menjadwalkan aktivitas kecil yang bermakna atau menyenangkan. Meta-analisis Ekers dan rekan-rekannya (2014) menemukan pendekatan ini efektif mengurangi gejala depresi.

Cara beristirahat tanpa terjebak

1. Beri batas waktu. Rebahan seharian boleh, tapi putuskan dari awal: sampai jam berapa.

2. Pisahkan kasur untuk tidur. Riset kebersihan tidur (Irish dan rekan-rekannya, 2015) menunjukkan bahwa kebiasaan di sekitar tempat tidur memengaruhi kualitas tidur. Terlalu banyak aktivitas di kasur bisa membuat tidur malam lebih sulit.

3. Tambahkan satu aktivitas kecil. Mandi, buka jendela, atau jalan lima menit. Aktivitas kecil sering memberi energi lebih besar daripada yang dibayangkan.

4. Tanyakan ke diri sendiri: aku sedang memulihkan diri, atau sedang menghindari sesuatu?

Kapan perlu bantuan profesional

Kalau keinginan untuk terus di kasur disertai rasa hampa, putus asa, atau berlangsung lebih dari dua minggu, bicarakan dengan psikolog atau dokter. Di Indonesia, kamu juga bisa menghubungi layanan kesehatan jiwa Kementerian Kesehatan di 119 ext. 8.

Kenali polanya lewat catatan harian

Bedanya istirahat dan menghindar sering baru terlihat setelah beberapa hari. Check-in harian dan Laporan Makna mingguan di rumputhijau membantu melihat pola itu, dan Balance Hormone memberi aktivitas fisik singkat saat tubuhmu terasa datar.

Referensi

  • Ekers, D., Webster, L., Van Straten, A., Cuijpers, P., Richards, D., & Gilbody, S. (2014). Behavioural activation for depression; an update of meta-analysis of effectiveness and sub group analysis. PLoS ONE, 9(6), e100100.
  • Irish, L. A., Kline, C. E., Gunn, H. E., Buysse, D. J., & Hall, M. H. (2015). The role of sleep hygiene in promoting public health: A review of empirical evidence. Sleep Medicine Reviews, 22, 23–36.