27 September 2026

Benci Pekerjaan tapi Butuh Gaji? Cara Menjaga Kewarasan

Setiap Minggu malam dadamu terasa berat karena besok Senin. Pekerjaannya tidak kamu sukai, atasannya melelahkan, tapi resign belum jadi pilihan: ada cicilan, keluarga yang dibantu, dan pasar kerja yang tidak pasti. Kalau kamu benci pekerjaan tapi butuh gaji, kamu tidak sendirian — dan ada cara menjaga kewarasan sambil menyiapkan langkah berikutnya.

Kamu tidak sendirian

Laporan State of the Global Workplace dari Gallup secara konsisten menemukan bahwa hanya sebagian kecil pekerja di dunia yang merasa benar-benar terlibat dengan pekerjaannya — dalam laporan 2024, angkanya sekitar 23%. Artinya, sebagian besar orang bekerja tanpa merasa terhubung dengan pekerjaannya.

Ini bukan berarti kamu harus menerima keadaan selamanya, tapi mengakui bahwa perasaanmu wajar bisa mengurangi beban rasa bersalah yang sering menyertainya.

Pisahkan pekerjaan dari identitasmu

Saat pekerjaan terasa buruk, mudah menyimpulkan bahwa hidupmu juga buruk. Padahal pekerjaan adalah satu bagian dari hidup, bukan keseluruhan dirimu. Pekerjaan saat ini bisa diperlakukan sebagai sumber penghasilan yang menopang hal-hal yang penting buatmu, sambil kamu mencari makna di tempat lain.

Cara menjaga kewarasan di pekerjaan yang tidak kamu sukai

1. Lepas dari pekerjaan setelah jam kerja. Sabine Sonnentag dan Charlotte Fritz (2007) meneliti pengalaman pemulihan setelah kerja dan menemukan bahwa psychological detachment — benar-benar tidak memikirkan pekerjaan di waktu luang — berkaitan dengan kesejahteraan yang lebih baik. Matikan notifikasi kerja, dan buat ritual penutup hari kerja.

2. Ubah bagian kecil dari pekerjaanmu. Amy Wrzesniewski dan Jane Dutton (2001) memperkenalkan konsep job crafting: pekerja bisa mengubah sebagian tugas, cara berinteraksi, atau cara memandang pekerjaannya agar terasa lebih bermakna. Mungkin kamu bisa mengambil proyek yang lebih kamu minati atau membantu rekan yang baru.

3. Isi hidup di luar kerja. Hobi, olahraga, relasi, atau proyek sampingan memberi rasa berhasil yang tidak kamu dapatkan di kantor.

4. Buat rencana keluar, meski pelan. Tentukan target tabungan, keterampilan yang ingin dipelajari, atau jumlah lamaran per bulan. Punya rencana membuat pekerjaan sekarang terasa sebagai fase, bukan penjara.

5. Berhenti membandingkan dengan pekerjaan "impian" orang lain di media sosial. Yang terlihat biasanya hanya bagian terbaiknya.

Kapan perlu bantuan profesional

Kalau rasa tidak suka pada pekerjaan sudah berubah menjadi lelah yang tidak hilang, sulit tidur, atau merasa hampa hampir setiap hari, bisa jadi kamu mengalami burnout. Bicarakan dengan psikolog, dan kalau perusahaanmu punya layanan konseling karyawan, manfaatkan.

Jaga dirimu selama masih di sana

Check-in pagi di rumputhijau membantu menyiapkan pikiran sebelum hari kerja, dan check-in malam membantu melepas beban sesudahnya. Laporan Makna mingguan menunjukkan pola lelahmu, sehingga kamu bisa melihat kapan perlu istirahat — atau kapan perlu perubahan.

Referensi

  • Gallup. (2024). State of the Global Workplace: 2024 Report. Gallup, Inc.
  • Sonnentag, S., & Fritz, C. (2007). The Recovery Experience Questionnaire: Development and validation of a measure for assessing recuperation and unwinding from work. Journal of Occupational Health Psychology, 12(3), 204–221.
  • Wrzesniewski, A., & Dutton, J. E. (2001). Crafting a job: Revisioning employees as active crafters of their work. Academy of Management Review, 26(2), 179–201.