27 September 2026
FOMO: Kenapa Takut Ketinggalan dan Cara Mengatasinya
Teman-teman nonton konser, kamu di rumah. Grup chat ramai membahas investasi yang lagi naik, kamu belum ikut. Ada tren baru, dan rasanya semua orang sudah mencoba kecuali kamu. Perasaan gelisah karena takut tertinggal ini dikenal sebagai FOMO, fear of missing out.
Apa itu FOMO menurut psikologi
Andrew Przybylski dan rekan-rekannya (2013) mendefinisikan FOMO sebagai kecemasan bahwa orang lain sedang mengalami hal-hal menyenangkan yang tidak kita alami, disertai dorongan untuk terus terhubung dengan apa yang mereka lakukan. Penelitian mereka menemukan FOMO lebih tinggi pada orang yang kebutuhan dasarnya — merasa mampu, merasa punya kendali, dan merasa terhubung dengan orang lain — sedang kurang terpenuhi.
Artinya, FOMO sering bukan soal acaranya, tapi soal kebutuhan untuk merasa jadi bagian dari sesuatu.
Kenapa media sosial membuat FOMO makin kuat
Dulu, kita hanya tahu acara yang tidak kita hadiri kalau diceritakan. Sekarang, semuanya terlihat secara langsung: story konser, foto liburan, tangkapan layar keuntungan investasi. Penelitian yang sama menemukan orang dengan FOMO tinggi lebih sering memeriksa media sosial — termasuk saat menyetir atau saat seharusnya fokus belajar.
Lingkarannya jelas: FOMO mendorong kita membuka media sosial, dan media sosial memberi lebih banyak hal untuk merasa tertinggal.
Tanda-tanda FOMO
- Sulit menikmati momen sendiri karena pikiran sibuk dengan apa yang dilakukan orang lain.
- Ikut-ikutan membeli atau berinvestasi karena takut ketinggalan, bukan karena butuh.
- Mengecek HP berkali-kali supaya tidak melewatkan kabar apa pun.
- Mengiyakan semua ajakan meski sebenarnya lelah.
Cara mengatasi FOMO
1. Kurangi paparan secara bertahap. Studi Hunt dan rekan-rekannya (2018) — yang judulnya pun berbunyi No More FOMO — menemukan bahwa membatasi media sosial sekitar 30 menit per hari selama tiga minggu menurunkan rasa kesepian dan gejala depresi.
2. Tanyakan: aku takut ketinggalan apa sebenarnya? Acaranya, atau rasa diterima oleh kelompok? Kalau yang kamu butuhkan adalah kedekatan, hubungi satu teman secara langsung.
3. Latih JOMO, _joy of missing out_. Pilih secara sadar untuk tidak ikut, lalu nikmati apa yang kamu pilih: istirahat, waktu sendiri, atau hal kecil yang kamu sukai.
4. Beri jeda sebelum ikut-ikutan. Untuk keputusan uang, tunggu 24 jam. Kalau keinginannya hilang, itu FOMO, bukan kebutuhan.
Kenali pemicu FOMO-mu
Check-in harian di rumputhijau membantu menangkap momen saat FOMO muncul dan apa pemicunya. Kalau kamu baru selesai scroll dan merasa tertinggal, Latihan Reflektif membantu melihat perbandingan itu dari sudut yang lebih adil.
Referensi
- Przybylski, A. K., Murayama, K., DeHaan, C. R., & Gladwell, V. (2013). Motivational, emotional, and behavioral correlates of fear of missing out. Computers in Human Behavior, 29(4), 1841–1848.
- Hunt, M. G., Marx, R., Lipson, C., & Young, J. (2018). No more FOMO: Limiting social media decreases loneliness and depression. Journal of Social and Clinical Psychology, 37(10), 751–768.